Showing posts with label Rahasia. Show all posts
Showing posts with label Rahasia. Show all posts

10 Rahasia Sukses Orang-Orang Jepang


Apa sajakah sikap-sikap orang Jepang yang bisa kita contoh biar bisa sukses kayak bangsa mereka ??
Berikut adalah 10 rahasia Sukses orang Jepang :

1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.


2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.


3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.


4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.


5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.


6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini


7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.


8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.


9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.


10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. (ngobrolaja.com)

6 Rahasia Pasta Gigi


Ada begitu banyak produk pasta gigi di pasaran yang menjanjikan Anda gigi yang lebih segar, lebih putih, dan mencegah lubang. Hal ini menyebabkan Anda sebagai konsumen menjadi bingung untuk memilih yang terbaik. Kandungan apa sih, yang kita perlukan? Seberapa banyak pasta gigi yang harus kita gunakan? Mana yang lebih baik antara bentuk gel atau pasta? Berikut adalah panduannya.

1. Fluoride, bahan yang terpenting
Saat ini, ada begitu banyak produk pasta gigi yang diperkaya dengan kandungan sesuai kebutuhan gigi kita, seperti tartar control, pemutih, atau penyegar napas. Namun, dalam pasta gigi yang paling penting adalah fluoride-nya. Menurut Academy of General Dentistry, menggosok gigi dengan pasta gigi ber-fluoride dua kali sehari bisa mengurangi kerusakan gigi hingga 40 persen.

2. Pemutih tak akan langsung membuat gigi jadi putih
Ada belasan produk yang menjanjikan senyum yang cemerlang, tetapi apa sih kandungan dari pasta gigi dengan whitener ini? "Pasta gigi dengan pemutih mengandung 'pengampelas' ringan untuk membantu menghilangkan noda di permukaan gigi," kata Clifford Whall, PhD, Direktur American Dental Association (ADA) Seal of Acceptance Program.

Bentuk partikel yang digunakan pada produk pemutih dimodifikasi untuk membersihkan noda tersebut dengan lebih baik sehingga Anda bisa melihat adanya perbedaan pada gigi Anda. Meskipun begitu, produk-produk ini tidak mengandung pemutih sehingga tidak mungkin membuat gigi Anda langsung putih seperti jika Anda menjalani perawatan pemutihan gigi secara profesional.

3. Lebih sedikit, lebih baik
Dalam iklan-iklan pasta gigi mungkin Anda akan melihat modelnya memegang sikat gigi yang dipenuhi pasta gigi. Namun, memencet pasta gigi sebanyak ini (katakan, sepanjang 2 cm) tidak akan membuat gigi Anda lebih bersih daripada jika Anda hanya menuang 1 cm pasta gigi, demikian menurut E Jane Crocker, RHD, Presiden Massachusetts Dental Hygienists’ Association.

"Yang Anda butuhkan hanya pasta gigi seukuran kacang," katanya. Pasta gigi sebanyak itu tidak hanya akan membuat penggosokan gigi lebih efektif (dengan membersihkan dan menghilangkan plak, noda, dan sisa makanan), Anda juga akan menghemat pasta gigi Anda.

4. Cara Anda menyikat gigi jauh lebih penting
Anda boleh saja membeli pasta gigi terbaik, dan sikat gigi paling sempurna di toko, tetapi jika Anda tidak menggosok gigi Anda dengan benar, sia-sia saja. "Untuk menyikat gigi dengan semestinya, Anda harus memegang sikat pada posisi 45 derajat sehingga Anda membuat bulu sikat gigi ada di antara gigi dan gusi," ujar Dr Whall. "Gerakkan sikat gigi dalam bentuk lingkaran kecil di area tersebut, lalu lanjutkan pada gigi yang lain. Proses ini akan menghabiskan waktu sekitar satu atau dua menit sampai selesai."

5. Kandungan pasta gigi bisa mencengangkan
Anda mungkin tidak mengenali nama-nama yang terdaftar di sisi tabung pasta gigi. Bahan-bahan seperti rumput laut atau deterjen bisa ditemukan dalam banyak pasta gigi ber-fluoride. Menurut ADA, bahan pengental pasta gigi bisa terbuat dari koloid rumput laut, koloid mineral, dan getah alam. Sedangkan untuk busanya, kebanyakan produk mengandalkan deterjen seperti sodium lauryl sulfate, yang juga bisa ditemukan di sampo atau sabun cair. Bahan ini dianggap 100 persen aman dan efektif oleh ADA.

6. Pasta atau gel?
Ada yang mengatakan, bentuk pasta lebih baik daripada bentuk gel, atau sebaliknya. Namun, menurut para ahli kesehatan, kedua jenis bahan ini tetap membersihkan gigi dengan baik, kok. "Selain cita rasa, tekstur, atau bagaimana pasta gigi itu berpengaruh pada perasaan pemakainya, tidak ada perbedaan besar dari bentuk-bentuk bahannya," kata Crocker. "Menurut saya sih, hal ini tergantung pilihan masing-masing, yang biasanya diketahui melalui trial and error. Saya sendiri mendorong pasien-pasien saya untuk menggunakan produk apa pun yang bisa membuat mereka menggosok gigi." Dengan kata lain, terserah mau pilih produk apa, yang penting Anda rajin gosok gigi!

Mengapa Cowok Suka Cewek yang Lebih Tua



Apakah anda salah satunya? emhh..jaman sekarang perubahan nampaknya juga sudah merambah ke selera mencari pasangan. Menurut hasil survey 2009 LS Amerika menunjukkan cowok jaman sekarang memiliki kecenderungan untuk mencari pasangan yang lebih tua. Cewek yang lebih tua dipandang memiliki banyak kriteria cowok jaman sekarang. Anggapan itu muncul karena tuntutan jaman. Pekerjaan menumpuk, stress, dan pergeseran gaya hidup merupakan pemicu hal ini. Berikut alasan yang dikemukakan cowok mengapa mereka suka yang "matang"

1. Wanita dewasa lebih mandiri

Inilah salah satu alasan yang membuat kaum adam jatuh hati. Pria menilai wanita dewasa mempunyai kepribadian matang. Wanita seperti ini punya pengalaman menyelesaikan berbagai macam masalah dengan bijaksana. Selain itu, wanita dewasa juga tidak terlalu menuntut pasangan mereka yang harus menemani sepanjang waktu.

2. Wanita dewasa bersikap tegas

Wanita dewasa bisa bersikap tegas, berbeda dengan yang lebih muda masih terlihat labil. Wanita yang lebih tua mengerti jelas apa yang mereka inginkan dalam hidup ini. Sehingga mereka pun tak akan malu-malu ketika menyatakan perasaan cinta pada sang pujaan hati.

Sementara itu, wanita muda usia 20-an masing sering mencari sosok pria yang tepat menjadi pendamping hidupnya. Jangan heran wanita muda kerap membuang waktu Anda saat menjalin hubungan, bahkan mereka berusaha keras membuat Anda cemburu. Namun dibandingkan dengan wanita lebih tua, justru mereka lebih terbuka mengungkap isi hatinya pada pasangan.

3. Wanita dewasa memiliki banyak uang

Tak menampik, uang menjadi alasan pria tertarik pada wanita lebih dewasa. Namun tidak semua pria tertarik pada wanita dewasa hanya karena uang. Ini hanyalah salah satu alasan sebagian kecil pria.

Wanita yang lebih tua cenderung memiliki banyak uang dibandingkan wanita muda. Dan hal ini sering kali pria manfaatkan dalam urusan membayar biaya kencan. Sebagian pria muda berpendapat, menjalin hubungan dengan wanita dewasa membuat mereka tak perlu membayar tagihan telepon seluler, terutama saat mereka tengah meniti karier dan membutuhkan banyak uang.

4. Wanita dewasa mahir ciptakan kencan hebat

Wanita dewasa lebih pintar menciptakan kencan yang menarik. Inilah yang menjadi alasan pria terpesona pada wanita lebih tua. Mereka tidak tertarik mabuk di tengah-tengah acara atau pingsan di toilet umum. Mereka juga tidak tertarik menari heboh di lantai dansa dengan alunan musik berirama cepat. Justru mereka telah melewati fase-fese ini. Mereka cenderung memilih tempat nyaman dan hangat untuk menikmati sebuah sesi kencan yang mengesankan.

Menghindari Kematian yang Sia-sia


Kematian memang akan dialami oleh setiap makhluk hidup. Tapi sebagai makhluk yang berakal, manusia wajib berusaha untuk hidup sehat agar hidup tidak sia-sia.

Dilansir dari Howstuffworks, Rabu (6/10/2010), setidaknya ada 10 cara agar manusia terhindar dari kematian yang sia-sia yaitu:

1. Waspadai berat badan
Anda akan sehat dan hidup lebih lama dengan indeks massa tubuh (BMI) di bawah 25 atau tidak lebih dari 29. Orang dengan BMI di atas 29 (obesitas atau kegemukan) akan mengalami efek kesehatan yang merugikan berlipat ganda.

Orang yang obesitas sangat mungkin memiliki glukosa darah yang tinggi. Konsekuensi dari glukosa darah tinggi (diabetes) tidak hanya menyebabkan plak yang akhirnya mempersempit pembuluh darah khususnya arteri koroner, tetapi juga merusak saraf, ginjal, mata dan sistem kekebalan tubuh.

Orang dengan berat badan berlebih juga sangat mungkin mengalami hipertensi, serangan jantung, stroke atau gagal ginjal.

2. Dengarkan tubuh Anda
Jangan pernah meremehkan apapun tanda atau sinyal yang diberikan tubuh Anda. Jika Anda merasa ada sesuatu yang aneh atau sakit, berusahalah proaktif untuk mencari tahu penyebabnya sehingga dapat mencari bantuan medis lebih dini. Lakukan pemeriksaan fisik secara teratur dan jalani skrining dengan tepat.

3. Ikuti petunjuk yang ada
Begitu banyak petunjuk dan instruksi yang diberikan untuk alasan yang baik. Petunjuk akan memberitahu bagaimana melakukan hal yang benar sehingga seseorang tidak akan terluka atau melukai orang lain. Untuk meningkatkan peluang hidup panjang, ikutilah setiap petunjuk yang ada, misalnya aturan minum obat dan lain-lain.

4. Hiduplah dengan bersih
Studi menunjukkan bahwa semakin sering Anda mencuci tangan, semakin kecil kemungkinan Anda untuk sakit. Menjaga tangan tetap bersih adalah salah satu cara terbaik untuk menghindari penyakit.

5. Mengemudilah dengan hati-hati
Kecenderungan untuk mengemudi secara ugal-ugalan di jalan raya membuat Anda memiliki risiko besar untuk berada di kamar mayat. Mengemudilah dengan hati-hati, perhatikan rambu, gunakan sabuk pengaman atau helm saat berkendara dan jangan mengonsumsi alkohol, narkoba saat Anda akan mengemudi.

6. Katakan tidak!
Katakan tidak untuk rokok, alkohol, obat-obatan terlarang dan panyalahgunaan resep obat. Semua hal-hal tersebut adalah cara terbaik untuk memastikan Anda berada di kamar mayat. Segeralah cari bantuan untuk bisa berhenti bila Anda sudah terlanjur menjadi pecandu.

7. Perhatikan apa yang Anda lakukan
Pikirkan tentang konsekuensi dari semua tindakan yang Anda lakukan. Memang kematian bisa menimpa siapa saja dan dimana saja, tapi setidaknya Anda bisa mencegah dengan hal yang sederhana dari apa yang Anda lakukan. Setidaknya ada empat perilaku yang bisa menyebabkan kematian, yaitu pembunuhan, bunuh diri, alam dan kecelakaan.

8. Nikmati waktu Anda
Nikmatilah setiap waktu yang Anda miliki. Jalani kehidupan dengan optimistis tetapi tidak menghilangkan kualitas waktu yang Anda miliki. Banyaklah tersenyum dan bersyukur untuk meringankan beban pikiran.

9. Hindari kesepian
Hubungan pertemanan, sosial dan asmara merupakan hal yang penting untuk kesehatan. Orang yang memiliki banyak teman dan hubungan sosial yang baik akan hidup lebih sehat dan berumur panjang.

10. Tetapkan prioritas hidup
Semua orang perlu memiliki hal-hal penting dalam hidupnya dan menetapkan prioritas yang masuk akal bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Orang yang memiliki daftar prioritas akan menjalani hidup dengan optimistis dan bersemangat.

Menguak Sisi Lain Negara Surga Belanja Asia

VIVAnews - Surga belanja. Itulah julukan populer untuk Singapura. Bagi pencinta belanja, negara 'mungil' satu ini memang layaknya 'surga'.

Tetapi, ada yang berbeda dari Singapura di mata salah seorang mahasiswa asal Indonesia yang bersekolah di sana. Dia adalah Margareta Astaman. Menurut gadis yang akrab disapa Margie ini, tinggal di negara tersebut rasanya seperti 'Monopoli Hidup dan Mati', kalimat yang sama dalam salah satu judul bab buku terbarunya, 'After Orchard'.

Gadis berambut pendek ini menuliskan pengalamannya selama empat tahun menjadi mahasiswi jurusan jurnalisme di Nanyang Technology University (NTU), salah satu universitas terbaik di Singapura.

Buku setebal 193 halaman ini menampilkan sisi lain dari Singapura yang mungkin tidak banyak diketahui orang. Mulai dari bagaimana beban sekolah anak sekolah dasar, kompetisi ketat untuk mendapatkan label sukses, sulitnya mencari pacar di Singapura, hingga dikira hamil.

Sempat menumpang di kamar teman, karena poinnya ekstrakurikulernya kurang dan 'ditendang' dari asrama juga dialami gadis kelahiran 14 Desember 1985 ini. Meskipun cukup menyedihkan tetapi Margie menceritakan pengalamannya dengan cukup ringan. Keluhan tentang sulitnya untuk bisa 'bertahan hidup' sebagai mahasiswi dari negara seberang juga dilontarkannya dengan tidak cengeng.

Buku ini bisa menjadi acuan bacaan yang ringan dan menarik di akhir pekan. Pengalamannya ini bisa jadi modal buat para calon mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di negeri Singa agar tidak terkaget-kaget.

Margie sendiri merupakan lulusan dengan predikat teladan dari sekolah Santa Ursula, Jakarta. Saat berkuliah di NTU, ia menjadi mahasiswa Indonesia pertama yang termasuk Top 5 di School Of Communication. Ia sempat menjadi kontributor kantor berita Reuters dan saat ini bekerja sebagai Portal Executive untuk MSN.

'After Orchard' merupakan buku ketiganya. Sebelumnya, ia membuat buku 'Have a Sip of Margarita' yang merupakan kumpulan tulisan dalam blognya http://margarittta.multiply.com dan sebuah novel berjudul 'Cruise on You'.

Menguak Bisnis "Bodyguard"

Jasa pengamanan artis dan orang penting semakin dibutuhkan saat semakin banyak kegiatan konser dan pertemuan besar. Lantaran bermodal kepercayaan, tidak banyak pemain di bisnis ini bertahan.

Beberapa tahun terakhir, Indonesia rutin menyelenggarakan perhelatan musik, seperti Java Jazz, Jak Jazz, dan Java Rockin Land. Penyanyi atau grup band asing sering menjadikan negara ini bagian rangkaian tur. Tren ini ikut menyuburkan bisnis jasa pengamanan atau pengawalan (bodyguard) artis atau tamu superpenting (VVIP).

Faktor keamanan merupakan hal paling mendasar dalam dunia pertunjukan. Marcia Rahardjo, Presiden Direktur Indika Production, mengaku, “Apa pun bisa terjadi dalam sebuah pertunjukan.” Adrie Subono, Chief Executive Officer (CEO) Java Musikindo, menambahkan, semakin besar jumlah tiket yang terjual, jasa pengamanan semakin dibutuhkan.

Tidak banyak pemain di bisnis khusus ini. Erby Dwitoro, Business Development Manager P1 Force Security, mengaku sudah mengawal tak kurang dari 556 artis dan orang penting sejak berkecimpung di bisnis pada tahun 1990. “Pertama kali, kami mengawal Richard Marx,” ujarnya.

Denny, pemilik PT Garuda Satria, yang berdiri sejak 2005, menyebutkan, tiap bulan paling sedikit mengawal dua sampai tiga artis lokal dan internasional. Untuk mengawal satu artis, ia biasanya mengerahkan 10 personel. “Tiap personel dibekali dengan skill bela diri dan senjata api,” ungkapnya.

Baik Erby maupun Denny menyatakan, sebagian besar permintaan jasa datang dari event organizer (EO) ataupun promotor musik. Tapi, sering, pemain bisnis ini langsung mendapat pesanan dari artis. “Malas kalau harus berurusan dengan EO yang ternyata bermasalah dari segi pendanaan,” ujar Adi Mahfudz, Presiden Direktur PT Esa Garda Pratama.

Erby menuturkan, jasa yang diberikan meliputi pengamanan secara personal ke artis, mulai dari kamar hotel hingga di atas panggung. “Pengamanan lebih difokuskan untuk menghindari benturan atau kontak fisik antara fans dan artis,” terangnya.

Layanan ke artis luar biasanya mulai dari bandara, kegiatan di hotel, perjalanan ke venue, dan pengantaran kembali ke bandara. “Artis luar selalu mengkhawatirkan faktor keamanan di Indonesia,” terang Erby.

Adi menerapkan sistem keamanan tertutup dan terbuka. “Tergantung dari permintaan,” terangnya. Sistem keamanan tertutup hanya mengamati si artis dari jarak jauh, sementara pengawasan dengan sistem terbuka dilakukan dari jarak dekat. “Setiap personel dilengkapi dengan skill bela diri, komunikasi, dan senjata api jika perlu,” ungkapnya.

Tarif sesuai dengan risiko

Meski tanggung jawabnya gede, sikap ke klien harus tetap menyejukkan. “Personel pengamanan juga harus bisa menjadi teman dan kooperatif dengan si artis,” papar Erby. Tapi, “Tetap harus menjaga privacy si artis,” tambah Adi.

Tarif jasa layanan ini berbeda-beda. Erby menuturkan, fee tergantung dari tingkat kesulitan pengamanan, salah satunya diukur oleh popularitas artis. “Biasanya kami mematok tarif Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per 24 jam,” ungkap Erby. Jika event itu tur, ia biasa memasang harga paket dengan tarif tertinggi mencapai Rp 200 juta.

Denny menambahkan, makin besar risiko, makin mahal fee-nya. Tarifnya berkisar mulai Rp 1 juga sampai Rp 5 juta. “Paling murah untuk event sekelas kafe,” terang pria yang sering mengawal Ahmad Dhani ini.

Adi menjelaskan, khusus sistem kontrak, besar fee minimal Rp 20 juta. “Kami hanya mau mengawal artis yang reputasinya bagus,” catatnya.

Cukup banyak pemain di bisnis ini, tapi hanya sedikit yang bertahan. Sebab, layanan ini harus pintar melihat kebutuhan klien, tak cukup hanya bermodal badan tegap. Sebagai pemakai, Marcia menuntut jasa pengamanan mampu bertindak cepat dan tepat dalam keadaan apa pun.

Tak mudah mewujudkan syarat itu. “Ini bisnis kepercayaan. Sekali pemakai jasa kami kecewa, selamanya kami tidak akan dipakai lagi,” ucap Denny.(Kompas.com)

Related Posts with Thumbnails
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme